Secara resmi, Bait al-Hikmah Foundation didirikan pada bulan November 2019. Meskipun demikian, gagasan untuk mendirikan yayasan ini telah lama ada.

Pemilihan “Bait al-Hikmah” sebagai nama memiliki sejumlah tujuan dan latar belakang. Secara historis, Bait al-Hikmah adalah sebuah lembaga ilmu yang didirikan pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah di Baghdad. Lembaga ini bertugas antara lain menerjemahkan karya-karya penting ke dalam bahasa Arab dan menjadi tonggak lahirnya peradaban Islam. Sehingga, istilah hikmah (bentuk tunggal) atau hikam (bentuk jamak) bisa dimaknai sebagai ilmu atau pengetahuan.

Di samping itu, dalam kosa kata Islam, istilah hikmah juga bisa diartikan sebagai kebijaksanaan. Dalam arti ini, maka kedua makna ini berhubungan, karena ilmu yang dimiliki seseorang harus memberikan pengaruh pada kebijaksanaan dalam bersikap.

Tetapi, itu saja tidak cukup. Ilmu dan kebijaksanaan pada saat yang sama juga harus mewujudkan kepekaan sosial yang tinggi. Sehingga dalam hal ini, makna lain hikmah adalah manfaat. Dengan demikian, pengambilan nama Bait al-Hikmah diharapkan mampu mengombinasikan tiga hal sekaligus yakni ilmu yang luas, kebijaksanaan, dan kebermanfaatan.